(Gue sarankan untuk ngebaca post ini sambil denger lagu untitled – maliq & d’essentials)
Aku yang berusaha
berdiri tegap
Aku yang bertekad
tuk tetap lurus menatap
Aku yang bertahan
dalam nyamannya dekap
Nyatanya, tak bisa
sekuat itu
Hanya beberapa
saat hingga ku jatuh
Sihir apa yang kau
taruh dalam kurva indah itu?
Memang ‘ku lemah
tak berdaya
Menopang pada
angan yang maya
Aku yang seperti
kaca
Ada, namun tembus pandang
Menjadi penikmat
bayangan
Entah sampai kapan
Boleh engkau sebut
aku pengecut
Terjerat oleh rasa
takut
Mengubur rindu
dalam hati
Tunduk oleh belati
bernama gengsi
Inginku sederhana
saja
Tak lebih dari
sekedar menyapa
Apa susahnya?
Ya, apa susahnya
- Ayas, Mei 2015
-oOo-
Anyway, untaian kalimat absurd ini gue dedikasikan untuk dia
seseorang yang kemaren lagi baper berat:
No comments:
Post a Comment